Monday, 2 March 2015

Untukmu Yang Masih Terjaga (Semoga Alloh Melindungimu)

Bismillahirrohmanirrohim...

Assalammu'alaikum wa rommatullohi wa barokatuh..

Lama-lamat aku berusaha mengingat raut wajah yang penuh peluh, dengan tubuh bau matahari yang terik. ketika itu, kamu hadir dengan cita yang menggebu, tak lupa pula harapan yang akan ditanamkan di tanah penuh juang ini..

saudaraku, lama sekali aku memikirkan ini..
tentang aku, kamu, kita yang ternyata semakin menua dan dewasa..
ada rasa tidak siap, ketika sebuah posisi berotasi, maksudku.. dari "dijaga" menjadi "menjaga", dari "diayomi" menjadi "mengayomi", dari "diasuh" menjadi "mengasuh".

saudaraku, apakah kamu merasa bahwa tanggung jawab kita semakin besar?
rasanya aku masih naif untuk menulis tentang perjalanan dakwah kita..
aku rasa, aku tidak mempunyai kecakapan, tapi sebenarnya bukan itu yang aku maksud.

aku gelisah, dengan kabar yang menimpa dirimu, tentang bagaimana keadaan hatimu saat ini..
aku dengar, kamu sedang tidak terlalu ahli menjaga hati, hingga calon bidadari-bidadari surga itu dapat dengan mudah mencari celah untuk masuk dan bergumul bersama hatimu..

saudaraku, apa kabar hatimu saat ini? saudaraku, jujur aku kecewa..
mengapa bisa begini? kita berjuang bersama-sama, panji Alloh, dengan segenap kerendahan hati dan rasa tulus.. berjuang menegakkan agama Alloh, bersama menggelorakan rasa cinta kita kepada islam..
mengapa bisa seperti ini? ada apa dengan hatimu?

saudaraku, sungguh Alloh lah Yang Maha Membolak Balikkan Hati..
adalah Alloh yang menanamkan cinta di hati hati para hamba-Nya, itu tidak salah..
aku yakin, kamu tahu bagaimana cara menjaga hati, tidak hanya menjaga hatimu saja, tapi menjaga hati orang lain yang merasa diberikan harapan, harapan apa? harapan palsu.

saudaraku, kamu pasti ingat perbincangan kita kala itu, bagaimana cita-cita kita membuat sebuah gebrakan untuk menciptakan sistem yang lebih baik, aku yakin kamu ingat.. dan bagaimana cara memotong kekolotan yang selama ini dianut di tanah penuh juang ini, kamu ingat kan? iya betul, dengan memoong dari akarnya..

saudaraku, sekarang kita adalah akarnya, peran kita cukup vital, bagaimana kita dapat membuat batang, daun, dahan, dan ranting yang baik jika akarnya saja tidak dapat menyerap nutrisi dan unsur hara dari tanah? (jika analogiku salah, tolong dibenarkan).

saudaraku, aku juga takut bila suatu saat nanti ternyata aku tidak bisa menjaga hati..
aku selalu berdoa kepada Alloh agar selalu diberikan kekuatan untuk senantiasa menjaga hati dari penyakit-penyakitnya yang membuatku terlena..

aku ingat perkataan seorang guru, aku yakin kamu pun ingat
jika ingin membangun rumah, bangunlah dari pondasinya, jangan sampai menancapkan tiang terlebih dahulu apalagi memasang atapnya. apa gunanya memasang atap terlebih dahulu jika setelah pondasinya terbentuk atap itu malah menjadi rusak.

yang kuat pun masih perlu dikuatkan..
saudaraku, jika tulisanku diatas tak jua kamu mengerti, aku hanya ingin memintamu untuk menjaga hatimu, menjaga hati bidadari surga itu pula, karena seyogyanya kita adalah kader dakwah yang harus tetap berjalan di koridor yang benar..

saudaraku, berhentilah menceritakan keluh kesahmu didepan bidadari surga itu, karena sesungguhnya kamu membuka celah untuk meruntuhkan pondasi yang telah bersama kita bangun..

saudaraku, aku sedih melihatmu seperti ini...
semoga Alloh melindungimu..

No comments:

Post a Comment