Aku sudah lama tidak bermain-main dengan hati.
Terakhir kali, semuanya menjadi seperti api.
Hanya sebongkah bara yang kecil, lalu meluas tidak terhenti.
Lalu kamu datang dengan penuh misteri.
Memanggil-manggil iba seakan ingin dikasihi.
Aku tidak semata-mata membumbungkan kamu ke langit sana, tidak pula merasa menjatuhkanmu seketika. Hanya saja, ada rasa yang tidak mungkin kamu ketahui. Tentang duri kecil yang kian membelah arteriku, lalu kamu masih tetap bertahan sembari menegakan kepala seraya berkata 'aku sungguh-sungguh'??
Dengar, berjuang tak sebercanda itu, berkorban tak semudah itu. Waktu itu, ada sedikit dari duniamu yang tak pernah menggugah nuraniku, meski hanya sekedar memalingkan muka, aku tidak tergoyahkan.
Aku sudah terbiasa, aku sudah paham, karena aku jauh lebih mengerti. Lalu kamu mau apa? Bisa apa? Ketika kamu merongrong bukan berarti aku akan menyerah, semua itu semata-mata karena kamu, kamu yang tidak tahu diri. Sekian...
No comments:
Post a Comment