seperti hujan, yang tidah pernah dapat ku genggam
seperti malam, yang tidak pernah dapat ku rengkuh seutuhnya
semesta boleh saja tertawa, hingga terpingkal-pingkal
namun hati siapa yang tahu jua, pada siapa ia bersandar..
hening yang kau bawa tak benar-benar dapat mematahkan segala teoriku tentang kamu
kamu, iya kamu.. selamanya takkan mungkin bisa..
aku adalah ketidakpastian yang tidak pernah kamu ketahui, begitu pilu
dan kamu adalah ketidakmungkinan yang selalu aku perjuangkan
aku sedikit lupa tentang sebuah luka
luka yang katanya belum kering, masih menganga
aku masih mencoba membalutnya, agar tidak terkena cuka
namun, aku lupa, semakin kencang ku balut luka itu, semakin sakit pula yang aku rasa
hujan kali ini benar-benar berhasil melemparku ke dalam jurang kenangan
memori yang sempat terekam tiba-tiba kembali dan tak mau hilang
rasanya, aku ingin berlari menjauhi orbit, tak ingin bercampur dalam sebuah lingkaran yang sama
atau aku hanya perlu diam seribu bahasa, sampai memori itu hilang dari peredaran
mengapa hujan selalu membawa cerita lain
yang hampir tidak pernah bisa aku terjemahkan
meski aku telah mencoba menerka, namun aku tak kuasa membuatnya berpaling
membuncah, iya.. karena sudah tidak sanggup lagi lalu membuncahlah..
sudahlah, aku memang sedikit bodoh untuk hanya membuang kenangan..
No comments:
Post a Comment