Entah.. Mengapa dunia serasa tidak pernah berpihak padaku
Menjadi yang selalu terpojokkan, dirongrong oleh keadaan, dikotak-kotakan dalam berbagai zona yg bahkan aku sendiri tidak tahu apa itu
Sekarang, aku siap mundur
Merasa bukan dari bagian yang perlu diperjuangkan
Bukan lagi hal yang harus disemogakan
Merasa gagal melakukan penjagaan
Hati.. Maafkan tuanmu..
Kini aku siap berhenti
Berhenti berlari dan mulai mundur teratur
Sekarang aku sadar, tak baik berlari sendirian, untuk hal -hal yang tak patut lagi untuk diperjuangkan
Sia-sia pula selama ini, memasuki kehidupannya yang termiliki oleh banyak hati, hati yang bahkan kamu tahu pasti
Cinta.. Aku mundur ya?
Aku sudah ingin berbaring, terlalu banyak berlari ternyata membuatku terkapar..
Cinta.. Maafkan yaa..
Aku memang harus berhenti berlari..
Memperjuangkanmu sama halnya mematikan segala denyut nadiku
Bukannya aku lelah berjuang, namun aku memang tidak layak..
Maafkan untuk banyak waktu yg telah tersita, untuk segala tingkah yang memuakkan.
Sedang tidak ingin berbicara banyak, hanya saja menyesalkan mengapa harus kau percaya celotehnya.
Disini, ada banyak hati saudaranya yg merasa tersakiti.
Cintaaaaaaaaaa!!!! Kenapa kamu tidak seperti secangkir kopi???????
Sesederhana itu untuk kenikmatan yg melayang.
Aku mundur, teratur, dan berhenti..
Menjauhimu, semakin jauh..
Hingga punggungmu tak dapat lagi aku lihat.
Cinta.. Terimakasih untuk waktu yg telah tersita.. Selamat menemukan cangkir baru.
No comments:
Post a Comment