Tuesday, 13 August 2013

bisik keheningan

maafkan aku untuk waktu yang terbuang cukup lama..
memakimu dengan segala ego yang terpasung dalam diriku.
maafkan aku untuk cerita yang menyisakan luka pada akhirnya,
yang kenangannya tak juga dapat terhapus dalam memori otakku.

lagi-lagi tentang kamu..
rasanya lucu, mengingat kamu dan tentang kenangan itu, lalu aku menangis?
aku rasa itu sangat konyol..
aku melihatmu bersama dia yang selalu ada untuk kamu..
bahkan yang tidak pernah kamu lakukan padaku dulu..
aku ingin tertawa, namun terlalu susah untuk mengerti bagaimana kamu bisa tertawa sementara aku hanya berpura-pura..

aku iri.... kenapa kamu tidak bisa seperti ini ketika denganku dulu..
aku rasa, aku selalu ada untuk kamu, selalu ada untuk segala senang dan sedihmu.
untuk setiap kata yang tidak dapat aku gambarkan, ah tidak udah panjang lebar..
aku merasa sangat sedih.

mungkin ini cara Tuhan menegurku, menamparku dengan segala keheningan yang spontan langsung membuatku terkapar..
seharusnya kamu tau, bahwa aku tidak pernah setengah-setengah..

Tuhan, coba tampar aku sekali lagi??
mungkin setelah ini aku semakin sadar, bahwa itu sudah tidak mungkin lagi terulang.
dan, kenapa kamu harus ada ditempat dimana aku harus melupakan kamu?
sebenarnya, Tuhan punya rencana apa..
aku kaku, aku beku..
lalu, kemana lagi aku harus sembunyi bila ternyata kamu secara tidak sengaja datang ke tempat dimana aku harus melupakan semuanya tentang kamu..
tentang pendidikan dan tentang waktu yang sama..
aku harus bagaimana..

bagaimana caranya aku menikmati manis gurih bersama kamu lagi

No comments:

Post a Comment