kamu telah mengajariku banyak hal..
tentang cinta dan ketulusan yang kiang matang..
kau sulap bagaikan peraduan, semilirnya tak juga buatmu pergi..
kamu juga mengajariku mengemis untuk tetap tinggal,
hingga aku bagai jalang yang haus akan kerinduan.
kamu bagai merpati yang hilang ingatan, terbang dan tak lekas pulang..
sayapmu patah dan tak terelakkan..
aku yakin kamu tidak lupa jalan pulang, hanya saja ada banyak pelajaran yang harus kamu petik dari perjalananmu kembali ke peraduan..
tentang perempuan-perempuan yang memeluk manja dan tentang dongeng malam yang selalu kamu dendangkan..
rasanya, aku masih saja betah berkubang..
dalam kesakitan dan kerinduan yang mematikan arteriku..
ini sangat konyol, semua seperti nasi basi.. seperti tidak layak lagi..
seharusnya, cinta tak kenal kadaluwarsa..
hanya saja rindu yang tak terbalaskan menjadi pengurai dan pembusuk semua yang harusnya terbalas..
aku ingin melupakanmu secara sederhana, seperti kamu yang tidak secara kompleks mengingatku.
tapi aku lupa, sesederhana apa aku mencintaimu?
nyatanya, melupakanmu tidak sesederhana mencintaimu..
aku mencintaimu secara sederhana, dengan segala lebih dan kurang yang saling kita miliki..
seharusnya, aku melupakanmu secara sederhana pula, dengan segala perasaan yang nampak semakin kadaluwarsa..
kamu bagai pahlawan kesiangan untuk yang lain, datang dan seolah-olah semuanya nampak tak pernah terjadi..
kamu tau?? aku hanya ingin kamu mengajari aku, mengajari untuk lupa... dengan cara yang sederhana..
No comments:
Post a Comment