Thursday, 14 November 2013

Secara Diam-diam

diam-diam aku mengikutimu, menapak tilas jejak yang telah kamu lalui.
diam-diam aku memperhatikanmu, tertawa geli berubah rona merah di pipiku.
diam-diam aku merasa rindu, meski kita hampir tak pernah bertukar kata.
dan, secara diam-diam pula aku mengagumimu, lewat tulisan yang takkan pernah kamu baca, yang takkan pernah kamu bayangkan.

menjadi pengagum rahasia yang sangat rahasia, tak pernah jadi masalah..
semenjak ada kamu, rasanya bulan tak pernah seindah malam ini.
tiap centi jejak kaki tak pernah bisa membuatku mengungkapkannya.
ada perasaan rancu yang sangat sulit untuk diterjemahkan.
ada sedikit rasa sakit bila mengerti kau telah bertuan.

menjadi pemuja rahasia tidak pernah seindah ini.
aku sangat menikmati ketika jantung ini berdegup kencang saat ada engkau.
bahkan menikmati setiap tetes hujan yang merajam tubuhku.
aku seperti diperkosa oleh rasa yang kesekian kalinya membuatku ingin menghentikan waktu sejenak.
menghentikan nadi dan syarafmu agar aku mampu memandangimu lebih lama.

bila aku mampu, aku ingin menjadi peluhmu.
merajahi setiap jengkal tubuhmu.
meski aku akan kau usap dan menghilang.
tapi itu tak pernah jadi masalah, selagi aku masih mampu menjadi baru dalam peluhmu.

No comments:

Post a Comment