hening, dalam derai hujan yang terus menghujam bumi
disana aku mencaci bagian yang tidak pernah kalian tahu
memborgol dengan segenap amarah yang membuncah
silahkan berkicau, dimanalah aku dapat mendengar kicau sampahmu, bedebah?!
seperti ikut hancur
bagai molekul molekul atom yang saling hantam
menggeliat penuh nafsu yang tak terbendung
sial. aku gagal
kamu seperti yang tidak aku bayangkan
ribuan topeng kau pahat lalu kau sematkan seenak jidatmu
rupanya kamu telah mengadu dan mengada-ada
No comments:
Post a Comment